Obama Ulangi Sumpah

Kompas.com - 23/01/2009, 04:56 WIB

Oleh Budiarto Shambazy

WASHINGTON, KAMIS — Presiden AS Barack Obama diambil sumpah untuk kedua kalinya, Rabu (21/1) di Gedung Putih. Ketika pengambilan sumpah hari Selasa, urutan kata yang diucapkan Ketua MA untuk ditiru Presiden tidak sesuai dengan yang tercantum dalam Konstitusi Amerika Serikat.

Saat upacara pelantikan di Capitol Hill, Ketua Mahkamah Agung (MA) John Roberts tanpa sengaja menyebut satu kata yang seharusnya disebut lebih dulu menjadi disebut belakangan.

Ketika itu, Roberts mengucapkan ”I will execute the office of president to the United States faithfully”. Seharusnya yang diucapkan adalah ”I will faithfully execute the office of president of the United States”.

Obama menyadari kesalahan Roberts dan terdiam sambil tersenyum karena ragu-ragu. Obama sempat mendahului Roberts dengan mengatakan urutan sumpah yang benar, tetapi Roberts mengulangi lagi tetap dengan urutan yang salah. Akhirnya, Obama menirukan ucapan Roberts yang salah.

Pengambilan sumpah yang kedua kalinya tidak berpengaruh terhadap jabatan presiden yang disandang Obama. Lepas tengah hari pada 20 Januari, seorang presiden terpilih otomatis menjadi presiden meskipun belum diambil sumpahnya.

Roberts juga yang memimpin pengambilan sumpah untuk kedua kalinya. Pengambilan sumpah itu hanya disaksikan beberapa staf presiden dan sejumlah wartawan. Pengambilan sumpah dilakukan tanpa penumpangan tangan di Kitab Injil dan tanpa Ibu Negara Michelle Obama di sampingnya.

Kepada wartawan, Obama bercanda dan mengatakan bahwa pengambilan sumpah perlu dilakukan lagi karena, ”Ini sangat menyenangkan”.

Sebelumnya, ada dua mantan presiden AS yang harus mengulangi pengambilan sumpah, yaitu Chester Arthur (1881-1885) dan Calvin Coolidge (1923-1929). Pengambilan sumpah ulang dilakukan juga karena kesalahan pengucapan kata-kata.

Urusan luar negeri

Obama mengisi hari kedua dengan membahas persoalan kebijakan luar negeri. Dia akan bertemu Menteri Luar Negeri Hillary Clinton yang telah mendapat konfirmasi Senat.

Salah satu agenda besar yang dibahas adalah soal Timur Tengah. Diperkirakan, Obama siap mengumumkan nama seorang politisi veteran sebagai utusan khusus untuk Timur Tengah. Di hari pertama, Obama juga telah menelepon sejumlah pemimpin negara Timur Tengah, yaitu Presiden Mesir Hosni Mubarak, PM Israel Ehud Olmert, dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.(ap/afp/reuters/fro)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau